Kabupaten Maros
Kabupaten Maros (Bugis: ᨈᨊ ᨆᨑᨘ, translit. Tana Maruk; Makassar: ᨅᨘᨈ ᨆᨑᨘᨔᨘ, translit. Butta Marusuk) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Maros memperoleh status sebagai kabupaten pada tanggal 4 Juli 1959 berdasarkan UU No. 29 Tahun 1959. Pada tanggal tersebut juga ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Maros berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Maros Nomor 3 Tahun 2012. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kecamatan Turikale. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.619,12 km² dan berpenduduk sebanyak 420.433 jiwa, pada pertengahan tahun 2025.
Bersama Kabupaten Takalar dan Kabupaten Gowa, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Maros dikenal sebagai kabupaten penyangga Kota Makassar. Karena Kabupaten Maros merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan ibu kota Provinsi Sulawesi Selatan tersebut dengan jarak kedua kota tersebut berkisar 30 km dan sekaligus terintegrasi dalam pengembangan Kawasan Metropolitan Mamminasatapa. Jauh dari sebelumnya Kabupaten Maros adalah salah satu bekas daerah kerajaan di Sulawesi Selatan. Di daerah ini berdiri Kerajaan suku makassar yaitu kerajaan Marusuk dengan raja pertama bergelar Karaeng Loe Ri Pakere.
Dalam kedudukannya, Kabupaten Maros memegang peranan penting terhadap pembangunan Kota Makassar karena sebagai daerah perlintasan yang sekaligus sebagai pintu gerbang Kawasan Mamminasatapa bagian utara yang dengan sendirinya memberikan peluang yang sangat besar terhadap pembangunan di Kabupaten Maros. Di daerah ini juga terdapat banyak tempat wisata andalan bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Makassar dan Sulawesi Selatan, yaitu Taman Nasional Bantimurung-Bulusaraung dan objek wisata peradaban prasejarah Goa Leang-Leang serta area bukit karst terbesar kedua di dunia Rammang-Rammang, selain itu Kabupaten Maros juga memiliki potensi ekonomi utama Sulawesi Selatan karena Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin berada di Kabupaten Maros.
Salah satu perusahaan besar yang terletak di Kabupaten Maros adalah PT Semen Bosowa Maros yang dimiliki oleh Grup Bosowa Semen, aset PT Semen Bosowa Maros saat ini disewa oleh perusahaan produsen semen swasta terbesar di Indonesia yaitu PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. sejak tahun 2022.