Tawau: Sejarah
Sejarah Tawau tidak diketahui dengan jelas terutama sebelum tahun-tahun 1890-an. Kota Tawau dibangun sebagai pemukiman pada 1892 dan telah memiliki 200 orang penduduk yang tinggal di perkampungan kecil nelayan pada tahun 1898. Pada saat itu Tawau berada di bawah kekuasaan Kesultanan Sulu. Dalam satu perjanjian yang ditandatangani pada tanggal 22 Januari ??, Kesultanan Sulu menyerahkan kawasan di sekitar Tawau yang ada sekarang kepada pihak Inggris.
Sebelum berdirinya Tawau, wilayah di sekitarnya merupakan subjek perselisihan antara wilayah pengaruh Inggris dan Belanda. Pada tahun 1893, kapal dagang Inggris pertama berlayar ke Tawau, menandai dibukanya pelabuhan laut kota tersebut. Pada tahun 1898, Inggris mendirikan pemukiman di Tawau. North Borneo Chartered Company (BNBC) mempercepat pertumbuhan populasi pemukiman dengan mendorong imigrasi orang Tionghoa.
Tawau menjadi sebagian kawasan jajahan orang-orang Inggris melalui Perusahaan Borneo Utara. Menurut catatan The North Borneo Annual Volume (1955-1965) menyatakan sistem administrasi bermula pada tahun 1898, menuruti langkah-langkah pihak Perusahaan Borneo Utara membuka sebuah pos di Tawau dan seterusnya mengadakan dasar-dasar administrasi pemerintahan setempat di situ.
Untuk menghindarkan salah paham dengan pihak Belanda yang memerintah Hindia Belanda pada masa tersebut tidak, disebabkan Tawau berbagi perbatasan dengan Indonesia, pihak pemerintahan Inggris telah mengambil langkah-langkah untuk menetapkan perbatasan. Ini disebabkan perbatasan asal bagi kawasan yang telah diserahkan kepada pihak Inggris oleh kedua Sultan Brunei dan Sultan Sulu ialah di bawah Sungai Sibuco/Sungai Sebuku berdekatan dengan Tarakan (Indonesia) yang mana kawasan tersebut termasuk di bawah pemerintahan Belanda yang saat itu telah menghuni kawasan tersebut. Menyusul hal itu suatu komite perbatasan telah didirikan pada tahun 1912 yang terdiri dari pegawai-pegawai dari Britania Raya dan Belanda.
Sebuah Laporan Bersama telah disediakan beserta dengan peta dan ditandatangani oleh komite masing-masing di Tawau pada tanggal 17 Februari 1913. Kemudian menurut protokol di antara Britania Raya dan Belanda yang telah ditandatangani di London pada tanggal 28 September 1915, kedua pemerintahan tersebut mengesahkan laporan bersama dan peta tersebut.
Sebagai konsekuensi dari pendudukan Jepang di Borneo Utara, pasukan Sekutu mengebom kota tersebut pada pertengahan tahun 1944, meratakannya dengan tanah. Setelah Jepang menyerah pada tahun 1945, 2.900 tentara Jepang di Tawau menjadi tawanan perang dan dipindahkan ke Jesselton. Tawau dibangun kembali setelah perang, dan pada akhir tahun 1947, perekonomian dipulihkan ke status sebelum perang.
Kota Tawau berkembang menjadi kota koloni Jepang kecil akibat perkembangan kota yang meningkat karena banyaknya tanah yang dimiliki orang Jepang. …