Kota Sorong: Sejarah
=== Masa Hindia Belanda (1800–1949) ===
Berdirinya kota Sorong tidak lepas dari sejarahnya sebagai "Kota Minyak". Berawal sejak kedatangan perusahaan minyak Belanda di daerah Semenanjung Doberai, hingga ditemukannya sumber minyak pada tahun 1908 menjadi penanda awal pendudukan Belanda wilayah tersebut. Sebelumnya, tepatnya pada tahun 1906, Belanda telah mendirikan pos kolonial di Pulau Doom sebagai pusat administrasi di wilayah itu. Pada tahun 1932, pengeboran sumur minyak pertama kali dilakukan. Perusahaan minyak Belanda, Royal Dutch Shell melalui anak usahanya Bataafsche Petroleum Maatschappij (BPM) di Hindia Belanda kemudian mendirikan Nederlandsche Nieuw Guinea Petroleum Maatschappij (NNGPM) sebagai perusahaan tambang minyak bumi di wilayah Papua pada tahun 1935. Sebelum dipindahkan ke Sorong, Shell (NNGPM) pada awalnya mendirikan kantor pertamanya di Pulau Doom, sebuah pulau yang terletak berhadapan di sebelah barat daya Sorong.
Di era sebelum kemerdekaan pula, penghuni Sorong, seperti Suku Moi di Kota Sorong saat ini dan Suku Salawati di Kabupaten Raja Ampat saat ini, sudah menjalin kontak dengan masyarakat luar yang berbeda suku dan agama. Hubungan itu, antara lain, dengan Kerajaan Tidore di Maluku Utara dan bahkan Kesultanan Cirebon di Jawa Barat. Kontak itu terjalin dalam hubungan perdagangan (barter), penyebaran agama, dan perkawinan yang terjadi sejak abad ke-17.
Pembukaan ladang minyak di Sorong turut memperluas pengaruh Belanda di Papua. Orang dari berbagai daerah datang ke Sorong untuk menjadi pekerja. Mereka berasal dari Papua Barat dan Papua, Maluku, Maluku Utara, dan daerah-daerah lainnya di Indonesia. Hal itu juga ikut menjadikan Sorong sebagai target militer yang penting bagi musuh Belanda. Pendudukan Jepang di Sorong terjadi pada peristiwa Kampanye Nugini yang merupakan bagian dari Perang Pasifik dalam Perang Dunia II. Dalam perang tersebut pasukan Kekaisaran Jepang menyerang wilayah Nugini Belanda, termasuk Sorong. Pada tahun 1942, pasukan Jepang berhasil menduduki wilayah Sorong. Jepang menjadikan Sorong sebagai pusat operasi militer dengan menempatkan 12.500 pasukan pada pangkalan udara di Sorong. Pada pertengahan tahun 1943 hingga akhir tahun 1944, Sorong menjadi target serangan bom dan serangan udara pesawat tempur Sekutu. Pasukan Sekutu melalui Kampanye Nugini Barat berhasil menumpas pasukan Jepang pada Pertempuran Sausapor (Operasi Globetrotter). Pendudukan Jepang di Sorong berlangsung hingga Juni 1944 dan berakhir saat Jepang secara resmi menyatakan menyerah kepada Sekutu yang menandakan berakhirnya Perang Dunia II. …