Heimatgeschichte · Pakpak Bharat ·

Kabupaten Pakpak Bharat: Sejarah

Kabupaten Pakpak Bharat: Sejarah

Kabupaten Pakpak Bharat terbentuk sebagai hasil pemekaran daerah dari Kabupaten Dairi. Mengejar ketertinggalan merupakan faktor utama bagi aspirasi masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat untuk meningkatkan status daerahnya menjadi suatu kabupaten dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), juga dengan tujuan agar masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat dapat memperjuangkan dan mengatur pembangunan masyarakat dan daerah untuk meningkatkan taraf hidup menuju masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera merupakan dasar dari usul dibentuknya Kabupaten Pakpak Bharat. Kabupaten Pakpak Bharat yang terbentuk dari tiga kecamatan Kabupaten Dairi mengambil nama sub-wilayah suku Batak Pakpak.
Sebelum Kerajaan Belanda masuk ke wilayah Pakpak/Dairi, suku Batak Pakpak yang mayoritas penduduknya tersebar di Kabupaten Pakpak Bharat dan Kabupaten Aceh Selatan sudah mempunyai struktur pemerintahan tersendiri, di mana raja ekuten atau takal aur bertindak sebagai pemimpin satu suak/suku. Suku Batak Pakpak sendiri terdiri atas lima suak/suku, yaitu Simsim, Keppas, Pegagan, Boang, dan Kelasen. Di bawah suak (suku) terdapat kuta (kampung) yang dipimpin oleh pertaki. Pada umumnya pertaki juga merupakan raja adat sekaligus sebagai panutan di kampungnya. Di setiap kuta ada sulang silima, sebagai pembantu pertaki yang terdiri dari perisangisang, perekurekur, pertulan tengah, perpunca ndiadep, dan perbetekken. Meski struktur pemerintahan ini sudah tidak dipakai lagi, tetap dipertahankan sebagai sumber hukum adat budaya Batak Pakpak.
Hampir 90% penduduk di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat beretnis Batak Pakpak, berbeda dengan kabupaten induknya yang dihuni bermacam-macam suku selain Batak (Batak Pakpak, Batak Toba, Batak Karo, Batak Simalungun, Batak Mandailing, Batak Angkola) seperti Nias, Melayu, serta suku lainnya. Hal tersebut juga merupakan salah satu fakto pendorong wilayah Pakpak Bharat untuk memekarkan diri.
Selain alasan utamanya adalah untuk mengoptimalkan penggarapan potensi, percepatan pembangunan fisik, dan pertumbuhan ekonomi wilayah terutama pembangunan sumber daya manusia. Aspirasi masyarakat Kabupaten Pakpak Bharat disampaikan secara resmi melalui Komite Pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat yang diketuai oleh St. Dj. Padang dengan sekretaris umum Ir. Ampun Solin. Di mana pada tanggal 1 Juni 2001 menyampaikan usul pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat kepada DPRD Kabupaten Dairi. Sebagai tindak lanjut dari aspirasi masyarakat tersebut maka ditempuh berbagai langkah-langkah guna merealisasikan pemekaran daerah tersebut.
Pada tanggal 20 September 2001 dan 17 Juni 2002 Pemerintah Kabupaten Dairi menerima dan mengadakan pertemuan dengan Komite Pemekaran Kabupaten Pakpak Bharat, tokoh-tokoh masyarakat dan komponen masyarakat lainnya di Kantor Bupati Dairi mengenai saran dan pendapat tentang pembentukan Kabupaten Pakpak Bharat tersebut. Pada tanggal 21 Desember 2001 diterbitkan Surat Keputusan Bupati Dairi Nomor: 400/K/2001 tentang pembentukan tim pengumpul data, saran, dan pendapat tentang pembentukan Kabupaten Pakpak Bharat sebagai langkah pertama pemekaran Kabupaten Dairi.
Kemudian pada tanggal 04 April 2002 diterbitkan Surat Bupati Dairi Nomor: 130/2393 perihal sosialisasi rencana perubahan nama dan pembentukan Kabupeten Pakpak Bharat ke kecamatan wilayah Pakpak Bharat oleh tim pengumpul data, saran dan pendapat mulai tanggal 08 April sampai dengan 12 April 2002. …

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Text: Wikipedia – „Kabupaten Pakpak Bharat“, Autorinnen und Autoren (Versionsgeschichte), CC BY-SA 4.0 · Foto: Christian Advs Sltg, CC BY-SA 4.0 – Wikimedia Commons