Gedichte · Bengkulu ·

Sia-sia

Penghabisan kali itu kau datang

Membawa kembang berkarang

Mawar merah dan melati putih

Darah dan Suci

Kau tebarkan depanku

Serta pandang yang memastikan: untukmu.

Lalu kita sama termanggu

Saling bertanya: apakah ini?

Cinta? Kita kedua tak mengerti

Sehari kita bersama. Tak hampir-menghampiri.

Ah! Hatiku yang tak mau memberi

Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

Penghabisan kali itu kau datang

membawa karangan kembang

Mawar merah dan melati putih:

darah dan suci.

Kau tebarkan depanku

serta pandang yang memastikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu

Saling bertanya: Apakah ini?

Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.

Ah! Hatiku yang tak mau memberi

Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

— Chairil Anwar

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Chairil Anwar († 1949) · gemeinfrei · Wikisource