Gedichte · Brunei-Muara ·

Hampa

Sepi di luar, sepi menekan-mendesak

Lurus-kaku pohonan. Tak bergerak

Sampai ke puncak.

Sepi memagut.

Tak suatu kuasa-berani melepas diri

Segala menanti. Menanti-menanti.

Sepi.

Dan ini menanti penghabisan mencekik

Memberat-mencekung punda

Udara bertuba

Rontok-gugur segala. Setan bertempik.

Ini sepi terus ada. Menanti. Menanti.

Sepi di luar. Sepi menekan-mendesak.

Lurus kaku pohonan. Tak bergerak

Sampai ke puncak. Sepi memagut,

Tak satu kuasa melepas-renggut

Segala menanti. Menanti. Menanti

Sepi

Tambah ini menanti jadi mencekik

Memberat-mencengkung punda

Sampai binasa segala. Belum apa-apa

Udara bertuba. Setan bertempik

Ini sepi terus ada. Dan menanti.

— Chairil Anwar

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Chairil Anwar († 1949) · gemeinfrei · Wikisource