Gedichte · Johor ·

Kawanku dan Aku

Kami sama pejalan larut

Menembus kabut.

Hujan mengucur badan.

Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan.

Darahku mengental-pekat. Aku tumpat-pedat.

Siapa berkata?

Kawanku hanya rangka saja

Karena dera mengelucak tenaga.

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali

Hingga hilang segala makna

Dan gerak tak punya arti.

Kami sama pejalan larut

Menembus kabut

Hujan mengucur badan

Berkakuan kapal-kapal di pelabuhan

Darahku mengental pekat. Aku tumpat pedat

Siapa berkata-kata ........?

Kawanku hanya rangka saja

Karena dera mengelucak tenaga

Dia bertanya jam berapa?

Sudah larut sekali

Hilang tenggelam segala makna

Dan gerak tak punya arti.

— Chairil Anwar

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Chairil Anwar († 1949) · gemeinfrei · Wikisource