Gedichte · Lampung ·

Kabar dari Laut

Aku memang benar tolol ketika itu ,

mau pula membikin hubungan dengan kau ;

lupa kelasi tiba-tiba bisa sendiri di laut pilu,

berujuk kembali dengan tujuan biru.

Di tubuhku ada luka sekarang,

bertambah lebar juga, mengeluar darah,

di bekas dulu kau cium napsu dan garang;

lagi aku pun sangat lemah serta menyerah.

Hidup berlangsung antara buritan dan kemudi.

Pembatasan cuma tambah menyatukan kenang.

Dan tawa gila pada whisky tercermin tenang.

Dan kau ? Apakah kerjamu sembahyang dan memuji,

Atau di antara mereka juga terdampar,

Burung mati pagi hari di sisi sangkar ?

— Chairil Anwar

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Chairil Anwar († 1949) · gemeinfrei · Wikisource