Larut, Matang, dan Selama: Sejarah Daerah Larut, Matang dan Selama
Menurut sejarah, Bandar Taiping telah dibangun oleh penjajah Inggris pada awal tahun 1880'an yang mana pada ketika itu, daerah ini kaya dengan sumber hasil bijih timahnya di sekitar Sungai Larut. Sebelum kedatangan Inggris, daerah ini (pada masa dahulunya dikenal sebagai Jajahan Larut)telah diatur oleh Menteri Larut yaitu Dato' Long Jaafar yang telah diberi kuasa oleh Sultan Perak pada ketika dulu untuk mengatur wilayah ini. Long Jaafar telah membangun pusat administrasinya di Bukit Gantang dan menjadikan Kuala Sg. Limau di Trong sebagai pelabuhan utama Jajahan Larut. Saat Inggris menjajah negeri Perak sejurus Perjanjian Pangkor ditandatangani pada tahun 1874 di Pangkor, Jajahan Larut telah diatur oleh Kapten Speedy sebagai Penolong Residen British. Residen British Pertama di Perak adalah J.W.W. Birch pula mendiami Pasir Salak yang ketika itu dijadikan sebagai Pusat Administrasi Inggris. Saat peristiwa berdarah terjadi di Pasir Salak yang menyaksikan J.W.W. Birch dibunuh oleh pahlawan - pahlawan Melayu Perak yang diketuai oleh Dato' Sagor dan Dato' Maharajalela pada 2 November 1875, pihak British telah memindahkan administrasi Negeri Perak ke Bandar Taiping pada 1880'an.