Petaling Jaya: Sejarah
Petaling Jaya pada awalnya merupakan sebuah hutan karet seluas 486 hektare yang dimiliki oleh perusahaan Inggris, Effingham Estate. Kampung Petaling yang merupakan cikal bakal Petaling Jaya saat ini dulunya merupakan tempat pertambangan untuk biji timah dan para pekerjanya kebanyakan merupakan imigran-imigran dari China daratan yang juga bekerja di tambang-tambang sekitar Sungai Besi, Seri Kembangan, Balakong dan Kuala Lumpur.
Petaling Jaya telah ada sejak zaman Darurat Malaya yaitu berawal dengan perpindahan penduduk ke Kampung Petaling yang diperintahkan oleh Letnan Jenderal Sir Gerald Templer, Gubernur Jenderal Malaya kala itu.
Pada tahun 1965 di Petaling Jaya telah dibangun sebuah Zona Perdagangan Bebas (Free Trade Zone) Sungai Way, Kawasan tersebut diperlukan seiring berkembangnya perindustrian di Malaysia. Selain di Sungai Way pemerintah Malaysia juga membangun kawasan yang sama di Bayan Lepas dan Kawasan Perindustrian Tasek di Ipoh, Perak.
Seiring dengan berkembang pesatnya kota Petaling Jaya pada 16 Maret 2006, Menteri Besar Selangor Datuk Seri Dr Mohamed Khir Toyo mengumumkan Petaling Jaya sebagai kota kedua di Selangor yang diberikan status Bandaraya setelah Shah Alam
Awal pembangunan Petaling Jaya bertempat di "Old Town Petaling" yang telah ada sebelum tahun 1952. Sebuah jalan utama diberi nama awal bernama Sir Gerald Templer yang sekarang bernama Jalan Templer.
Berbagai kemudahan prasarana telah dibangun demi kemudahan penduduk. Diantaranya adalah sarana elektronik, jalan raya, air bersih, telepon, gedung pusat, perumahan dan sistem pengangkutan.
Anda dapat tersesat di Petaling Jaya karena kota ini tersambung dengan Subang Jaya, Kelana Jaya, Sunway, Shah Alam, Puchong dan Kuala Lumpur. Bandara Sultan Abdul Aziz Shah amat dekat dengan Petaling Jaya.