Heimatgeschichte · Sepang ·

Sirkuit Internasional Sepang: Sejarah

Sirkuit Internasional Sepang: Sejarah

Sirkuit ini dirancang oleh seorang desainer terkenal asal Jerman, yaitu Hermann Tilke, yang juga mendesain sirkuit F1 yang lainnya, seperti Shanghai, Sakhir, Istanbul, Valencia, Marina Bay, Yas Marina, Yeongam, Buddh, COTA, dan juga Baku.
Sebagai bagian dari serangkaian proyek-proyek infrastruktur besar pada tahun 1990-an di bawah pemerintahan Mahathir Mohamad, Sirkuit Internasional Sepang dibangun di antara tahun 1997 dan 1999 dekat dengan Putrajaya, yang pada saat itu merupakan sebuah ibu kota administratif negara yang baru saja didirikan, dengan maksud untuk menjadi tempat penyelenggaraan Grand Prix Malaysia. Mirip dengan sirkuit lainnya yang juga terletak di negara Malaysia, sirkuit ini terkenal dengan cuaca tropis lembabnya yang tidak dapat diprediksi, mulai dari siang bolong yang sangat panas, hingga hujan badai tropis.

Sirkuit tersebut diresmikan oleh Perdana Menteri Malaysia yang ke-empat, yaitu Mahathir Mohamad, pada tanggal 7 Maret 1999, pada pukul 20:30 waktu Malaysia (UTC+08:00). Beliau juga meresmikan Grand Prix MotoGP Malaysia pada tanggal 20 April 1999 dan juga Petronas Grand Prix Formula Satu Malaysia pada tanggal 17 Oktober 1999.
Jalanan sirkuit ini diaspal ulang di tahun 2016, di mana beberapa belokan di bangun ulang untuk menambah cengkeraman mekanis. Belokan terakhir juga dinaikkan setinggi 1 meter, di mana para analis mengklaim bahwa ini akan memaksa para pembalap untuk mengambil apex yang lebih telat dan mencoba garis balapan yang berbeda.
Di bulan Oktober 2016, kabar beredar bahwa Sirkuit Internasional Sepang tidak masuk ke dalam kalender F1 karena penjualan tiket yang terus menurun. Sirkuit ini pun menggelar Grand Prix Malaysia yang ke-sembilan belas dan yang terakhir kalinya pada tahun 2017.
Kontrak balapan seharusnya berakhir di tahun 2018, namun berakhir setahun lebih cepat karena alasan biaya sewa sirkuit yang naik dan penjualan tiket yang menurun.
Pada bulan Juli 2026, Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa SIC akan menjadi tuan rumah Grand Prix Bahrain 2026, yang disebut sebagai "Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix di Malaysia", dari tanggal 2 hingga 4 Oktober. Laporan menunjukkan bahwa pemerintah negara Bahrain akan menanggung biayanya. Grand Prix Bahrain (dan Grand Prix Arab Saudi) yang seharusnya berlangsung pada bulan April telah dibatalkan karena perang Iran 2026.

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Text: Wikipedia – „Sirkuit Internasional Sepang“, Autorinnen und Autoren (Versionsgeschichte), CC BY-SA 4.0 · Foto: Joost Rooijmans from Kuala Lumpur, Malaysia, CC BY 2.0 – Wikimedia Commons