Heimatgeschichte · Gorontalo ·

Gorontalo: Sejarah

Gorontalo: Sejarah

Asal Mula Penamaan Gorontalo
Menurut catatan hikayat sejarah para ketua adat, wilayah Gorontalo dulunya merupakan sebuah pulau kecil dengan dikelilingi oleh lautan. Lama-kelamaan, air laut di sekitar pulau itu pun surut dan kemudian diikuti dengan munculnya tiga buah gunung ke permukaan.
Dari beberapa sumber, berikut ini merupakan asal-usul penamaan Gorontalo yang paling banyak diceritakan secara turun temurun, yaitu:

Kata Gorontalo berasal dari kata "Hulontalangi", yang bermakna "Lembah Mulia" Hulontalangi berasal dari dua suku kata, yaitu "Huluntu" yang berarti "Lembah" dan "Langi" yang berarti "Mulia".
Makna kata "Hulontalangi" yang lain adalah "Daratan yang Tergenang" Kata "Hulontalangi" dalam penerjemahan lain berasal dari dua suku kata, yaitu "Huntu" yang berarti "Onggokan Tanah" atau "Daratan", dan "Langi-Langi" yang berarti "Tergenang". Dapat diartikan menjadi "Daratan yang Tergenang Air" sesuai dengan cerita turun temurun masyarakat Gorontalo.
Berasal dari kata "Huidu Totolu" atau "Goenong Tello", yang bermakna "Tiga Gunung". Jika ditelusuri sejarahnya, terdapat tiga gunung purba di semenanjung Gorontalo yaitu Gunung Malenggalila, Gunung Tilonggabila (berubah menjadi Tilongkabila) dan satu Gunung lagi yang tidak bernama. Adapun sebuah lembah di sebelah selatan Gunung Tilongkabila tersebut dikenal dengan nama "Hulontalangi" atau "Hulontalo" yang juga merupakan cikal bakal wilayah Kota Gorontalo. Dalam banyak literatur Portugis maupun Belanda (dan juga pada beberapa gambar peta), kata Goenong-Tello pun lebih banyak digunakan untuk menggambarkan wilayah ini.
Kata Gorontalo berasal pula dari kata "Pogulatalo", yang bermakna "Tempat Menunggu". Kata "Pogulatalo" lambat laun berubah dalam ucapan masyarakat menjadi "Hulatalo"
Kata Gorontalo juga berasal dari kata "Hulontalo" atau "Holontalo" Kata Gorontalo ditengarai merupakan adaptasi dari nama Kerajaan Hulontalo pada masa lampau. Nama Gorontalo sendiri diberikan oleh para penjelajah seperti Portugis maupun Belanda yang pernah datang ke Gorontalo. Kata Gorontalo sendiri diserap dari kata Holontalo atau Hulontalo.
Masa Prasejarah
Berdasarkan penelitian Badan Arkeologi Manado, Sulawesi Utara, ditemukan bahwa Gorontalo memiliki situs peradaban masa prasejarah yang berada di wilayah selatan Gorontalo. Tempat penelitian tersebut kemudian diberi nama "Situs Oluhuta", yang merupakan sebuah situs prasejarah dengan perkiraan usia lebih dari 2000 tahun.
Adapun penelitian lebih lanjut masih terus berlangsung untuk mengetahui usia peninggalan benda-benda masa prasejarah yang ada serta beberapa makam prasejarah yang berada di dalamnya.
Masa Kerajaan
Menurut catatan sejarah, Jazirah Semenanjung Gorontalo (Gorontalo Peninsula) terbentuk kurang lebih 1300 tahun lalu, di mana Kerajaan Suwawa telah ditemukan berdiri pada sekitar tahun 700 Masehi atau pada abad ke-8 Masehi.
Kerajaan Suwawa tentu menjadi Kerajaan tertua di semenanjung Gorontalo. Berdasarkan literatur masyarakat adat setempat, kerajaan Suwawa pun telah dikenal luas oleh beberapa kerajaan di Sulawesi yang kemudian menjalin hubungan kekerabatan maupun perdagangan dengan kerqajaan tersebut.
Bukti keberadaan kerajaan ini dengan ditemukannya makam para Raja di tepian hulu sungai Bulawa. …

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Text: Wikipedia – „Gorontalo“, Autorinnen und Autoren (Versionsgeschichte), CC BY-SA 4.0