Indonesia – dari kerajaan maritim Nusantara menuju negara kepulauan merdeka
Kepulauan Indonesia telah dihuni manusia sejak zaman purba; fosil Homo erectus yang dikenal sebagai Manusia Jawa termasuk temuan paling terkenal. Sejak awal Masehi, perdagangan laut menghubungkan Nusantara dengan India dan Tiongkok serta membawa pengaruh Hindu dan Buddha. Kerajaan Sriwijaya di Sumatra menguasai jalur perdagangan di selat, sementara di Jawa dibangun Candi Borobudur dan Prambanan. Antara abad ke-13 dan ke-16, Majapahit menjadi salah satu kerajaan terbesar di kawasan ini.
Islam menyebar secara bertahap melalui para pedagang, dan kesultanan-kesultanan seperti Demak, Aceh, Mataram, dan Ternate berkembang. Pada abad ke-16 bangsa Portugis datang mencari rempah-rempah, disusul Belanda. Kongsi dagang VOC menguasai perdagangan dan wilayah sejak abad ke-17; setelah VOC bubar, Hindia Belanda diperintah langsung oleh negara Belanda. Sistem tanam paksa pada abad ke-19 membawa penderitaan besar bagi rakyat.
Pada awal abad ke-20 tumbuh pergerakan nasional, antara lain melalui Sumpah Pemuda 1928. Jepang menduduki wilayah ini selama Perang Dunia II. Pada 17 Agustus 1945 Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, yang baru diakui Belanda pada 1949 setelah perjuangan bersenjata dan diplomasi. Masa Orde Baru di bawah Soeharto dimulai setelah peristiwa 1965–1966 yang disertai pembunuhan massal. Sejak Reformasi 1998, Indonesia menjalani demokratisasi, dan Timor Leste menjadi negara merdeka pada 2002.
Kini Indonesia dibentuk oleh keberagaman ribuan pulau, ratusan suku bangsa, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Punya cerita, kenangan, atau foto tentang Indonesia? Bagikan kepada komunitas di rubrik Sejarah Lokal.