Heimatgeschichte · Kota Medan ·

Kota Medan

Kota Medan

Kota Medan (Abjad Jawi: كوتا ميدن; Surat Batak: ᯂᯬᯖ ᯔᯩᯑᯉ᯲; Aksara Han: 棉蘭市; Aksara Tamil: கோட்டா மேடான்) adalah ibu kota Provinsi Sumatera Utara, Indonesia. Kota ini merupakan kota terbesar keempat di Indonesia setelah DKI Jakarta, Surabaya, dan Bandung, serta kota terbesar di luar Pulau Jawa, sekaligus kota terbesar di Pulau Sumatra.
Kota Medan merupakan pintu gerbang wilayah Indonesia bagian barat dengan keberadaan Pelabuhan Belawan dan Bandar Udara Internasional Kualanamu yang merupakan bandara terbesar kedua di Indonesia. Akses dari pusat kota menuju pelabuhan dan bandara dilengkapi oleh jalan tol dan kereta api. Medan adalah kota pertama di Indonesia yang memiliki layanan khusus kereta api bandara. Berbatasan dengan Selat Malaka, Medan menjadi kota perdagangan, industri, dan bisnis yang sangat penting di Indonesia. Pada tahun 2022, Kota Medan memiliki penduduk sebanyak 2.494.512 jiwa, dengan kepadatan penduduk 9.413 jiwa/km2.
Sejarah Kota Medan berawal dari sebuah kampung yang didirikan oleh Guru Patimpus Sembiring Pelawi, seorang tokoh Batak bermarga Sembiring Pelawi, di pertemuan Sungai Deli dan Sungai Babura. Hari jadi Kota Medan ditetapkan pada 1 Juli 1590. Selanjutnya pada tahun 1632, Medan dijadikan pusat pemerintahan Kesultanan Deli, sebuah Kerajaan Melayu. Bangsa Eropa mulai menemukan Medan sejak kedatangan John Anderson dari Britania Raya pada tahun 1823. Peradaban di Medan terus berkembang hingga Pemerintah Hindia Belanda memberikan status kotapraja (gemeente) pada 1 April 1909 dan menjadikannya pusat pemerintahan Keresidenan Sumatra Timur. Memasuki abad ke-20, Medan menjadi kota yang penting di luar Pulau Jawa, terutama setelah pemerintah kolonial membuka perusahaan perkebunan secara besar-besaran.
Namun sejarah ini dibantah oleh Dr. Bonatua Silalahi, seorang peneliti filologi. Dia mengatakan sejarah pendiri dan tanggal berdirinya Kota Medan diputuskan secara pendekatan politik oleh DPRD Kota Medan, keputusan politisi tersebut jauh dari pertimbangan ilmiah karena tidak melakukan uji sumber data. Riwayat Hamparan Perak merupakan dokumen yang tak bisa diverifikasi dan validasi terkait siapa penulisnya dan kapan dibuatnya ditambah lagi naskah aslinya tak pernah ditemukan. …

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Text: Wikipedia – „Kota Medan“, Autorinnen und Autoren (Versionsgeschichte), CC BY-SA 4.0 · Foto: Stonegagle, CC BY-SA 3.0 – Wikimedia Commons