Heimatgeschichte · Langkat ·

Kabupaten Langkat: Sejarah

Kabupaten Langkat: Sejarah

=== Masa Pemerintahan Kerajaan Belanda dan Imperium Jepang ===
Pada masa pemerintahan Kerajaan Belanda, Kabupaten Langkat masih berstatus keresidenan dan kesultanan (kerajaan) dengan pimpinan pemerintahan yang disebut residen dan berkedudukan di Kota Binjai dengan residennya Morry Agesten. Residen mempunyai wewenang mendampingi Sultan Langkat di bidang orang-orang asing saja sedangkan bagi orang-orang asli (pribumi/bumiputera) berada di tangan pemerintahan Kesultanan Langkat.
Kesultanan Langkat berturut-turut dijabat oleh:

1568-1580: Panglima Dewa Shahdan
1580-1612: Panglima Dewa Sakti
1612-1673: Raja Kahar bin Panglima Dewa Sakdi
1673-1750: Bendahara Raja Badiuzzaman bin Raja Kahar
1750-1818: Raja Kejuruan Hitam (Tuah Hitam) bin Bendahara Raja Badiuzzaman
1818-1840: Raja Ahmad bin Raja Indra Bungsu
1840-1893: Tuanku Sultan Haji Musa al-Khalid al-Mahadiah Muazzam Shah (Tengku Ngah) bin Raja Ahmad
1893-1927: Tuanku Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rakhmat Shah bin Sultan Haji Musa
1927-1948: Tuanku Sultan Mahmud Abdul Jalil Rakhmat Shah bin Sultan Abdul Aziz
2001-2003: Tengku Iskandar Hilali bin Tengku Murad Aziz, cucu Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmad Shah
2003-2026: Tengku Azwar bin Tengku Maimun, cucu Sultan Abdul Aziz Abdul Jalil Rahmad Shah
2026-sekarang: Tuanku Sultan Harimugaya Abdul Jalil Rakhmat Shah bin Tengku Yahya, bin Sultan Machmud Abdul Jalil Rahmad Shah
Di bawah pemerintahan kesultanan dan asisten residen, struktur pemerintahan disebut luhak dan di bawah luhak disebut kejuruan (raja kecil) dan distrik, secara berjenjang disebut penghulu balai (raja kecil Batak Karo) yang berada di desa. Pemerintahan luhak dipimpin seorang pangeran, pemerintahan kejuruan dipimpin seorang datuk, pemerintahan distrik dipimpin seorang kepala distrik, dan untuk jabatan kepala kejuruan/datuk harus dipegang oleh penduduk asli yang pernah menjadi raja di daerahnya.
Pemerintahan kesultanan di Langkat dibagi atas 3 (tiga) kepala luhak, yakni Luhak Langkat Hulu, Luhak Langkat Hilir, dan Luhak Teluk Haru.

Luhak Langkat Hulu berkedudukan di Kota Binjai yang dipimpin oleh T. Pangeran Adil. Wilayah ini terdiri dari 3 kejuruan dan 2 distrik, yaitu:

Kejuruan Selesai
Kejuruan Bahorok
Kejuruan Sei Bingai
Distrik Kwala
Distrik Salapian

Luhak Langkat Hilir berkedudukan di Tanjung Pura (sekarang berstatus kecamatan) dipimpin oleh Pangeran Tengku Jambak/T. Pangeran Ahmad. Wilayah ini mempunyai 2 kejuruan dan 4 distrik, yaitu:

Kejuruan Stabat
Kejuruan Bingei
Distrik Secanggang
Distrik Padang Tualang
Distrik Cempa
Distrik Pantai Cermin

Luhak Teluk Haru berkedudukan di Pangkalan Brandan dipimpin oleh Pangeran Tumenggung (Tengku Djakfar). Wilayah ini terdiri dari satu kejuruan dan dua distrik yaitu:

Kejuruan Besitang meliputi Langkat Tamiang dan Salahaji
Distrik Pulau Kampai
Distrik Sei Lepan …

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Text: Wikipedia – „Kabupaten Langkat“, Autorinnen und Autoren (Versionsgeschichte), CC BY-SA 4.0