Heimatgeschichte · Kota Kinabalu ·

Kota Kinabalu: Sejarah

Kota Kinabalu: Sejarah

Sejak abad ke-15, kawasan Jesselton berada di bawah pengaruh Kekaisaran Brunei. Pada akhir tahun 1800-an, Perusahaan Borneo Utara Inggris (SBUB) mulai mendirikan koloni di seluruh Kalimantan bagian utara. Pada tahun 1882, Perusahaan ini telah mendirikan sebuah permukiman kecil di daerah yang dikenal sebagai Teluk Gaya yang dihuni oleh suku Bajau. Permukiman pertama adalah di Pulau Gaya. Namun pada tahun 1897, permukiman pertama ini dibakar dan dihancurkan oleh pejuang kebebasan Bajau, yaitu Mat Salleh.

Setelah kehancuran Pulau Gaya, SBUB memutuskan untuk memindahkan permukiman ke daratan yang lebih mudah dipertahankan seperti di Teluk Alternatif (kini Teluk Sepanggar) pada tahun 1898, tetapi ternyata tidak sesuai dengan yang diharapkan. Pada tahun 1899, Mr Henry Walker, Komisaris Tanah mengidentifikasi sebuah wilayah dengan luas 30 ekar sebagai pengganti Teluk Alternatif.
Sebuah desa nelayan yang bernama Api-Api (lihat Nama asal di bawah) akhirnya dipilih karena posisinya yang dekat dengan Layanan Kereta Api Borneo Utara dan merupakan pelabuhan alam yang terlindung dari angin. Pusat administrasi yang baru ini dinamakan Jesselton sesuai dengan nama Tuan Charles Jessel, yang merupakan Wakil Ketua SBUB pada saat itu.
Akhirnya, Jesselton menjadi sebuah pos perdagangan utama di wilayah Borneo Utara, dengan perdagangan karet, rotan, madu, dan lilin menjadi komoditas utama. Kereta api sudah digunakan untuk mengangkut barang-barang ke pelabuhan Jesselton. Perlawanan orang Melayu dan Bajau pada waktu itu tidak begitu signifikan, dan perusahaan juga bekerja keras untuk melawan ancaman bajak laut yang telah lama terjadi di wilayah ini.
Kota ini telah dibumihangus oleh pihak Inggris ketika Perang Dunia Kedua untuk mencegah kejatuhan ke tangan Jepang. Setelah akuisisi Borneo oleh Jepang, kota ini kembali dinamakan Api-Api.
Beberapa pemberontakan terhadap pemerintahan tentara Jepang sempat terjadi di Api-Api. Satu pemberontakan besar yang terjadi pada 10 Oktober 1943 oleh Gerilyawan Kinabalu yang merupakan penduduk pribumi. Tentara Jepang menghentikan pemberontakan ini setelah pemimpinnya, Albert Kwok, ditangkap dan dibunuh pada tahun 1944. …

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Text: Wikipedia – „Kota Kinabalu“, Autorinnen und Autoren (Versionsgeschichte), CC BY-SA 4.0 · Foto: Syafiq.y, CC0 – Wikimedia Commons