Heimatgeschichte · Kota Surakarta ·

Kota Surakarta

Kota Surakarta

Kota Surakarta (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦯꦸꦫꦏꦂꦠ, Pegon: سوراكارتا, translit. Suråkartå, pengucapan bahasa Jawa: [surɔˈkart̪ɔ]) atau Kota Solo (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦯꦭ, Pegon: سالا, translit. Sålå, pengucapan bahasa Jawa: [ˈsɔlɔ]) adalah salah satu kota di provinsi Jawa Tengah, Indonesia, dengan luas 44,04 km2. Pada 2020, penduduk Surakarta sebanyak 522.364 jiwa, dengan kepadatan sebanyak 11.861 jiwa/km2, dan pada akhir tahun 2025, jumlah penduduk Surakarta sebanyak 589.714 jiwa.
Kota Solo merupakan kota terbesar ketiga di pulau Jawa bagian selatan setelah Kota Malang, Jawa Timur dan Kota Bandung, Jawa Barat menurut jumlah penduduk. Sisi Timur kota ini dilewati sungai yang terabadikan dalam salah satu lagu keroncong, Bengawan Solo. Kota ini termasuk dalam kawasan Solo Raya, sebagai kota utama.
Bersama dengan Yogyakarta, Surakarta merupakan pewaris Kerajaan Mataram Islam yang dipecah melalui Perjanjian Giyanti, pada tahun 1755, sehingga Surakarta menjadi kediaman Susuhunan Pakubuwana dan Adipati Mangkunegara.

von Fremdinhalte · Regionauts

Quelle: Text: Wikipedia – „Kota Surakarta“, Autorinnen und Autoren (Versionsgeschichte), CC BY-SA 4.0 · Foto: businesssolo, CC BY 3.0 – Wikimedia Commons